Secara Bahasa :
Khiyar : Pilih-Pilih
Menurut Rasyid (2002:206) dan Munir (1992:219) Khiyar artinya “Boleh memilih antara dua, meneruskan akad jual beli atau mengurungkan”
Pengertian khiyar menurut ulama Fiqih:
اَنْ يَكُوْنَ لِلْمُتَعَا قِدِ الْحَقُّ فِى اِمْضَاءِ الْعَقْدَ اَوْ فَسْخِهِ اِنْ كَانَ الْخِيَاَرُ خِيَارُ شَرْطٌ اَوْ رُؤْسَةٍ اَوْ عَيْبٍ اَوْ اَنْ يَخْتَارَ اَحَدُ اْلبَيْعَيْنِ اِنْكِانَ اْلخِيَارُ خِيَارُ تَعْيِيْنٍ
“suatu keadaan yang menyebabkan aqid (orang yang akad ) memiliki hak untuk memutuskan akadnya yakni menjadikan atau membatalkannya jika khiyar tersebut berupa khiyar syarat khiyar aib, khiyar ru’yah atau hendaklah memilih diantara dua barang jika khiyar ta;yin.”( Al – Juhaili. 1989 : 250.).
Sedangkan menurut Rasyid (2002:206) dan Munir (1992:219) Khiyar artinya “Boleh memilih antara dua, meneruskan akad jul beli atau mengurungkan ( menarik kembali, tidak jadi jual beli)”.
PENGERTIAN KHIYAR SECARA TERMINOLOGI MENURUT ULAMA FIQH
Para ulama’ Fiqh mendefinisikan pengertian khiyar secara teminologi adalah hak pilih-pilih bagi salah satu atau kedua belah pihak yang melakukan transaksi untuk melangsungkan atau membatalkan transaksi yang disepakati sesuai dengan kondisi masing-masing pihak yang melakukan transaksi. Artinya khiyar ialah mencari kebaikan dari dua perkara , yaitu membatalkan atau melangsungkan. Dengan kata lain khiyar merupakan sesuatu yang diperbolehkan dalam melakukan transaksi, agar tidak dirugikan dalam transaksi yang dilakukan, sehingga kemaslahatan yang dituju dalam suatu transaksi tercapai dengan sebaik-baiknya. Artinya suatu transaksi baru dianggap sah apabila kedua belah pihak yang melaksanakan akad telah berpisah badan atau salah seorang diantara mereka telah melakukan pilihan untuk menjual dan atau membeli, barang diserahkan kepada pembeli dan harga barang diserahkan kepada penjual.
C. MACAM-MACAM KHIYAR
Khiyar itu banyak sekali macamnya. Dalam literatur fikih muamalat terdapat kurang lebih 17 (tujuh belas) macam khiyar. Namun untuk kajian kali ini kita hanya akan membahas lima macam khiyar yang penting yaitu khiyar Majlis, Syarat, Aib (cacat), Ru’yah dan Ta’yin. Mengenai jumlah khiyar menurut Ibnu Rusd ( 1983 : 205 ) ada bebarapa beberapa perbedaan pendapat diantara ulama madhab diantaranya :
1. Menurut Hanafiyah jumlahnya ada 17 macam
2. Menurut Malikiyah jumlahnya ada 2 macam yaitu
· Khiyar At-ta’ammul (melihat, meneliti), yakni khiyar secara mutlak.
· Khiyar Naqish ( kurang ), yakni apabila terdapat kekurangan aib pada barang yang dijual ( khiyar al-hukmy ), khiyarnya menjadi batal.






0 komentar:
Posting Komentar